Blog Ini Disponsori Oleh:

Tampilkan postingan dengan label menjaga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menjaga. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 November 2011

Menjaga Kelembaban & Kesehatan Vagina


Vagina adalah salah satu organ intim wanita yang harus dijaga kelembabannya. Seusai buang air kecil misalnya, vagina harus dijaga agar tetap kering. Mengapa demikian? Karena, jika terlalu basah maka akan memicu infeksi dan menjadi tempat berkumpulnya bakteri. Tiap wanita punya vagina yang unik, karakteristiknya berbeda satu sama lain. Vagina juga memproduksi cairan sebagai respons terhadap gairah seksual dan aktivitas fisik. Selama cairan itu tidak berubah bau dan warna, maka itu normal. Tapi, sebaiknya kita sebagai wanita harus menjaga agar vagina tetap bersih dan kering untuk menghindari infeksi yang tentunya tidak kita inginkan.

Kondisi sekitar vagina yang lembab dapat memicu pertumbuhan bakteri dan jamur berkembang biak. Ini dapat menyebabkan infeksi, seperti Candida Albicans, yang biasanya ditandai keluhan keputihan, gatal pada bibir vagina dan rasa sakit saat buang air kecil. Vagina yang bersih dan kering akan menumbuh suburkan Lactobacillus yang dapat mencegah infeksi. Untuk menjaga agar vagina tetap bersih dan kering, ada beberapa hal yang harus dilakukan. Dokter Merry mengutip ini dari laman Womenshealth.About Selamat menyimak:
1. Bersihkan vagina dengan air bersih yang mengalir dari depan ke belakang setelah buang air kecil maupun besar. Ini menghindari bakteri dari anus masuk ke vagina;
2. Keringkan vagina dan sekitarnya dengan tisu atau handuk kecil. Ganti celana dalam jika terasa lembab atau basah;
3. Hindari pakaian yang terlalu ketat di bagian selangkangan karena dapat memicu keringat berlebih sehingga lembab;
4. Pilih celana dalam katun yang dapat menyerap keringat dengan baik dan hindari celana dalam nilon karena sirkulasi udara ke vagina kurang bagus. Ganti celana dalam minimal 2 kali sehari;
5. Mengganti pakaian renang atau basah akibat keringat sesegera mungkin;
6. Mengganti pembalut secara teratur selama haid, pilih pembalut yang tidak menyebabkan iritasi. Bila terpaksa menggunakan pantyliner, jangan digunakan seharian dan pilih yang tidak mengandung parfum.

Jumat, 04 November 2011

4 Tips Menjaga Kekencangan Payudara


Saat masih remaja, para wanita memiliki payudara yang masih kencang dan seksi. Penurunan akan dialami seiring bertambahnya usia dan beberapa faktor lain, seperti diet, menikah dan melahirkan. Tapi jangan kuatir, karena ada beberapa tips yang bisa dijalankan untuk menjaga agar payudara tetap kencang. Di bawah ini sudah dokter Merry siapkan yang dirangkum dari berbagai sumber, selamat membaca:
Bra yang Tepat
Mengenakan bra yang tepat, sesuai ukuran akan mendukung kenyamanan payudara anda. Jangan memaksa untuk mengenakan bra yang terlalu longgar atau justru terlalu kencang. Bra harus nyaman dikenakan dalam berbagai aktivitas dan suasana.
Olahraga
Sebagian besar payudara terdiri dari kelenjar, lemak dan otot. Untuk menjaganya tetap kencang harus melakukan latihan dan olahraga rutin sehingga otot-otot dada akan menyangga payudara tetap membusung. Pilihan olahraga yang bisa dilakukan adalah jogging, berenang, tenis, senam hingga angkat beban.
Tidak Merokok
Bila anda perokok, segera hentikan kebiasaan buruk ini. Rokok sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan karena mengandung nikotin dan tar. Kedua kandungan tersebut akan mempercepat proses penuaan, merusak elastisitas kulit, menyebabkan kanker dan berpengaruh terhadap kekencangan payudara.
Pijat Payudara
Rutin melakukan pijatan payudara dapat mencegah pengenduran. Karena, pijatan yang tepat akan memperlancar aliran darah ke payudara sehingga tetap montok. Minyak yang digunakan pun berpengaruh terhadap kehalusan dan kelembutannya.

Minggu, 03 Juli 2011

Menjaga Mutu ASI dan Cara Menyimpannya

Air Susu Ibu atau lebih dikenal dengan ASI lebih unggul dibandingkan makanan bayi manapun. Karena, selain alami, ASI mengandung gizi memadai dan sesuai untuk tumbuh kembang fisik dan kecerdasan bayi. Dukungan orang tua, ibu mertua, kakak wanita dan suami tercinta sangat penting agar upaya pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan berhasil dengan baik. Ibu harus diingatkan untuk cukup makan makanan bergizi, minum minuman menyehatkan dan rehat yang cukup. Ciptakan suasana rumah yang tenang, aman dan nyaman agar ibu terhindar dari stres yang dapat mengganggu produksi ASI.

Mutu dan jumlah produksi ASI juga harus diperhatikan. Si ibu harus mengkonsumsi makanan bergizi seimbang dengan porsi lebih banyak dari biasanya. Minum air putih minimal 8 gelas sehari dan cukup rehat 7-8 jam sehari dengan 1-2 jam diantaranya untuk tidur siang atau sekedar berbaring. Ibu juga harus rajin memijat payudara secara teratur dan sering menyusui. Bila tidak rutin maka produksi ASI dikhawatirkan menurun.

Bila ibu harus kembali sibuk bekerja, sempatkan untuk menyimpan ASI di rumah. ASI yang disimpan di rumah di tempat yang sejuk dapat bertahan 6-8 jam. Sedangkan bila disimpan dalam termos berisi es batu akan tahan sekitar 24 jam. Kalau disimpan di kulkas akan tahan 3 kali lebih lama, yaitu 3 hari. Dan bila disimpan di freezer bisa tahan hingga 2 minggu. Sebelum meminumkan dengan sendok, ASI dapat dihangatkan dalam mangkok berisi air hangat. Jangan dipanaskan di atas api karena dapat menghilangkan kandungan gizi di dalamnya.

Demikian tulisan ini dibuat sebagai dukungan blog dokter Merry terhadap gerakan ASI eksklusif.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...