Maraknya situs porno di jejaring internet sering
memberi harapan palsu dan kosong kepada semua orang tentang ukuran kelamin atau
organ seks yang ideal. Padahal kenyataannya tidak demikian. Berikut ini dokter
Merry uraikan beberapa fakta menarik tentang kelamin pria dan wanita yang
dikutip dari Medindia dan Womenhealth:
Alat Kelamin Pria
Saat ereksi, panjang rata-rata penis antara 5-7 inch
atau 12-18 cm dengan sudut 15 derajat dari horizontal menjulang ke atas. Saat
relaksasi, ukuran penis menciut hingga 3-5 inch atau 7-12 cm dengan mengarah ke
bawah. Sementara testis/ buah pelir rata-rata ukurannya adalah 5x2x3 dengan
ciri testis kiri menggantung lebih rendah dari testis kanan sehingga terlihat
lebih besar.
Alat Kelamin Wanita
Kedalaman vagina saat tidak terangsang secara seksual
adalah 3-4 inch atau 7-10 cm dengan diameter 0,8 inch (2 cm). Sedangkan
kedalaman saat terangsang sekitar 4-7 inch atau 10-18 cm dengan diameter 2,5
inch atau 6 cm. Letak sudut pada vagina saat berhubungan seks sesuai dengan
sudut alat kelamin pria dan terletak 45 derajat. Panjang total klitoris rata-rata
1 inch atau 2,5 cm dan bagian yang menonjol keluar sekitar 0,2 inch atau 0,5
cm. Ukuran tebal selaput dara antara 0,05-0,1 inch atau 0,13-0,25 cm. Tingkat
pH vagina normal antara 4-5 sedangkan tingkat pH urine 5,5-6,5.
Ejakulasi dan Orgasme
Rata-rata jumlah sperma per ejakulasi adalah 300-500
juta sperma. 20 juta sperma terkonsentrasi dalam tiap mililiter cairannya. Volume
ejakulasinya sendiri rata-rata sekitar 4ml, setara satu sendok teh. Dan rata-rata
panjang sperma adalah 4 mikron. Selama hidup, pria bisa mengeluarkan hingga 1,2
triliun sperma dengan rata-rata kecepatan ejakulasi 28 mil atau 45 km/ jam.
Setelah masuk ke vagina, 4 mikron sperma butuh waktu 5 menit untuk menyeberangi
leher rahim menuju sel telur. Durasi rata-rata orgasme pria hanya 3-5 detik,
sedangkan wanita 5-8 detik.
Tampilkan postingan dengan label penis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penis. Tampilkan semua postingan
Kamis, 06 Oktober 2011
Kamis, 29 November 2007
Mengenal Sirkumsisi
Sirkumsisi atau yang dikenal awam dengan sunat adalah tindakan membuang kulit yang menutupi kepala penis. Tujuan sirkumsisi, selain untuk pelaksanaan ibadah agama/ ritual, juga untuk alasan medis, yang dimaksudkan untuk:1. Menjaga higiene penis dari smegma dan sisa-sisa urine
2. Mencegah terjadinya infeksi pada kepala penis. Infeksi saluran kemih pada anak-anak usia 1 tahun yang belum disirkumsisi 10 kali lipat dari yang sudah dilakukan sirkumsisi.
Ada beberapa kondisi dimana seorang anak harus menghindari sirkumsisi seperti:
1. Hipospadia, kondisi dimana muara saluran kencing berada di bagian bawah penis atau di skrotum (buah zakar).
2. Epispadia, kondisi dimana muara saluran kencing terletak di bagian atas penis.
3. Chordae, adanya penebalan jaringan ikat pada daerah bagian bawah penis yang menyebabkan penis bengkok ke bawah saat ereksi karena tertarik oleh chordae.
4. Webbed penis, kulit skrotum meluas hingga ke penis bagian bawah.
5. Kelainan pembekuan darah, jika anak memiliki kelainan pembekuan darah sehingga darah sukar berhenti jika terluka, maka perlu penanganan khusus jika ingin dilakukan sirkumsisi.
Hal yang harus diperhatikan pasca sirkumsisi:
1. Jaga agar perban tidak basah baik oleh air maupun air kencing, disarankan jika ingin BAK menungging.
2. Jangan terlalu banyak bergerak untuk mencegah perdarahan.
3. Minum obat antibiotik dan anti nyeri sesuai anjuran dokter.
Label:
infeksi,
penis,
sirkumsisi,
sunat,
urine
Langganan:
Postingan (Atom)
