Blog Ini Disponsori Oleh:

Tampilkan postingan dengan label kelamin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kelamin. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Desember 2011

5 Herbal Peningkat Jumlah Sperma


Saat ejakulasi seorang pria mengeluarkan sperma yang jumlahnya bervariasi. Semakin sedikit jumlahnya maka semakin kecil kemungkinan seorang pria dapat menghamili pasangannya dan memiliki keturunan. Kondisi jumlah sperma sedikit saat ejakulasi ini disebut dengan oligospermia atau oligozoospermia. Ini terjadi bila jumlah sperma pria kurang dari 20 juta/ml dan kondisi ini bisa menjadi faktor risiko utama infertilitas atau impotensi.

Apa penyebabnya? Ada berbagai faktor, seperti penggunaan obat-obatan tertentu, perubahan hormonal, kebiasaan mengknsumsi alkohol, suhu tinggi pada daerah kelamin hingga demam parah. Namun, hal ini dapat disembuhkan dengan pengobatan herbal. Berikut ini dokter Merry sampaikan beberapa herbal yang dapat meningkatkan jumlah sperma pada pria oligospermia, dikutip dari laman Healthmad. Semoga bermanfaat.

Bawang Merah
Bawang merah adalah salah satu solusi alami penting untuk mengobati oligospermia dan makanan afrodisiak kuat yang dapat mempromosikan fungsi organ reproduksi yang lebih baik. Pasien dengan oligospermia disarankan memasukkan bawang merah dalam menu harian diet mereka untuk mengurangi risiko ketidaksuburan.
Bawang Putih
Bawang putih merupakan obat alami yang digunakan untuk pengobatan oligospermia. Ini adalah afrodisiak yang disarankan untuk perbaikan dan pengobatan oligospermia.
Ladyfinger
Ladyfinger atau okra adalah obat alami yang umum digunakan untuk kondisi oligospermia. Ekstrak akar okra biasanya tersedia di pasar untuk keperluan pengobatan. Bubuk ekstrak akar ini dicampur dengan secangkir susu membantu meningkatkan kesuburan.
Akar Asparagus
Konsentrasi tinggi seng dan besi dalam akar asparagus adalah salah satu obat terbaik oligospermia. Spermatogenik yang diperkaya ekstrak akar asparagus membantu menyembuhkan impotensi. Pasien oligospermia sering dianjurkan mengkonsumi akar asparagus ekstrak 2 kali sehari untuk hasil yang baik.
Kismis Hitam
Kismis hitam juga merupakan obat herbal yang digunakan untuk pengobatan oligospermia. Setelah dicuci dalam air panas, kismis hitam disarankan direbus dengan susu. Pasien disarankan minum secangkir susu panas setelah mengkonsumsi kismis ini.

Kamis, 06 Oktober 2011

Fakta-fakta tentang Alat Kelamin Pria dan Wanita

Maraknya situs porno di jejaring internet sering memberi harapan palsu dan kosong kepada semua orang tentang ukuran kelamin atau organ seks yang ideal. Padahal kenyataannya tidak demikian. Berikut ini dokter Merry uraikan beberapa fakta menarik tentang kelamin pria dan wanita yang dikutip dari Medindia dan Womenhealth:
Alat Kelamin Pria
Saat ereksi, panjang rata-rata penis antara 5-7 inch atau 12-18 cm dengan sudut 15 derajat dari horizontal menjulang ke atas. Saat relaksasi, ukuran penis menciut hingga 3-5 inch atau 7-12 cm dengan mengarah ke bawah. Sementara testis/ buah pelir rata-rata ukurannya adalah 5x2x3 dengan ciri testis kiri menggantung lebih rendah dari testis kanan sehingga terlihat lebih besar.
Alat Kelamin Wanita 
Kedalaman vagina saat tidak terangsang secara seksual adalah 3-4 inch atau 7-10 cm dengan diameter 0,8 inch (2 cm). Sedangkan kedalaman saat terangsang sekitar 4-7 inch atau 10-18 cm dengan diameter 2,5 inch atau 6 cm. Letak sudut pada vagina saat berhubungan seks sesuai dengan sudut alat kelamin pria dan terletak 45 derajat. Panjang total klitoris rata-rata 1 inch atau 2,5 cm dan bagian yang menonjol keluar sekitar 0,2 inch atau 0,5 cm. Ukuran tebal selaput dara antara 0,05-0,1 inch atau 0,13-0,25 cm. Tingkat pH vagina normal antara 4-5 sedangkan tingkat pH urine 5,5-6,5.
Ejakulasi dan Orgasme
Rata-rata jumlah sperma per ejakulasi adalah 300-500 juta sperma. 20 juta sperma terkonsentrasi dalam tiap mililiter cairannya. Volume ejakulasinya sendiri rata-rata sekitar 4ml, setara satu sendok teh. Dan rata-rata panjang sperma adalah 4 mikron. Selama hidup, pria bisa mengeluarkan hingga 1,2 triliun sperma dengan rata-rata kecepatan ejakulasi 28 mil atau 45 km/ jam. Setelah masuk ke vagina, 4 mikron sperma butuh waktu 5 menit untuk menyeberangi leher rahim menuju sel telur. Durasi rata-rata orgasme pria hanya 3-5 detik, sedangkan wanita 5-8 detik.

Kamis, 08 September 2011

Kupas Tuntas IMS

Apa Itu IMS? IMS adalah singkatan dari Infeksi menular seksual, dulu sering disebut dengan istilah PMS (Penyakit Menular Seksual). Merupakan penyakit infeksi kelamin yang disebabkan bakteri atau virus yang ditularkan melalui hubungan seks. IMS terutama menyerang alat kelamin baik laki-laki maupun perempuan. Jika infeksi ini tidak diatasi bisa menyebabkan alat kelamin mengalami gangguan atau bahkan tidak berfungsi. Hiii, ngeri khan?

Penularan IMS melalui hubungan seks baik oral, anal maupun genital. Penularan akan terjadi jika ada kontak langsung antara luka di alat kelamin dengan darah atau cairan sperma dan vagina yang sudah terinfeksi bakteri atau virus. Cara penularan lain adalah melalui jarum suntik, jarum tatto, jarum tindik, alat-alat kedokteran yang tercemar dan dari ibu ke bayi pada saat dalam kandungan serta proses persalinan maupun menyusui.

Dengan adanya IMS, virus HIV akan lebih mudah masuk atau menular karena adanya cairan tubuh dan terbukanya pembuluh darah pada luka akibat IMS. Gejala umum IMS adalah rasa sakit/ gatal pada alat kelamin, benjolan, bintil atau luka di sekitar alat kelamin dan pembengkakan di pangkal paha. Namun gejala ini biasanya tidak ditemui pada perempuan, kecuali gejala khusus, seperti: cairan kekuning-kuningan dan berbau, keluar darah di luar masa haid karena infeksi dan jika berhubungan seks terasa sakit dalam vagina dan di perut bagian bawah. Sedangkan gejala khusus pada laki-laki adalah sakit saat buang air kecil, keluar nanah dari ujung penis bila diurut/ dipencet dan pembengkakan buah zakar. Jangan takut! Sebagian besar PMS dapat diobati jika diperiksakan ke dokter sedini mungkin lalu berkata jujur dan terbuka mengenai riwayat/pengalaman seksualnya.

Bila tidak ingin tertular dan menularkan IMS maka kita harus melakukan:
1. Menerapkan prinsip ABCD, yaitu A untuk Abstinence/ jangan berhubungan seksual, B untuk Be Faithful/ setia pada 1 pasangan, C untuk Condom/ gunakan kondom bila terpaksa berhubungan seks beresiko, D untuk Drug Injection/ hindari narkoba suntik dan E untuk Education/ mencari informasi seluas-luasnya kepada sumber yang kompeten;
2. Segera obati IMS jika ada ke klinik atau rumah sakit yang menyediakan fasilitas pelayanan pemeriksaan kulit dan kelamin.
3. IMS tidak dapat dicegah dengan minum/ suntik antibiotik sebelum atau sesudah berhubungan seks, melihat bersih atau tidaknya pasangan seksual, minum jamu dan atau mencuci alat kelamin sebelum atau sesudah berhubungan seks.

(Disarikan dari: Informasi AIDS & NARKOBA - Tim Aksi Stop AIDS)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...