Nama latinnya Curcuma Domestica. Kita lebih mengenalnya sebagai kunyit, tanaman herbal asli Asia Selatan yang tumbuh subur di Indonesia. Disebut tanaman herbal/ obat karena berguna untuk mengobati beberapa penyakit karena bahan aktifnya bertindak sebagai anti-inflamasi dan antiseptik. Kandungan pewarna kuning (curcumin) kunyit bersifat anti-inflamasi (anti peradangan), antiseptik dan pengeringan. Menurut laman Livestrong, ini sangat efektif untuk mengobati jerawat.
Anti-inflamasi yang diterapkan topikal efektif mengurangi kemerahan dan iritasi pada jerawat. Sedangkan antiseptik membersihkan kotoran penyebab jerawat dari kulit. Kunyit juga membantu menyerap kelebihan minyak pada permukaan kulit. Lalu, bagaimana memanfaatkan kunyit secara efektif menjadi obat jerawat? Menurut laman Buzzle ada beberapa cara, yaitu:
Dicampur Susu
Sesendok teh kunyit dicampur ke dalam segelas susu hangat dan diaduk hingga warnanya berubah kuning. Sehari sekali sebelum tidur akan berguna meningkatkan imunitas sehingga tubuh mampu melawan infeksi bakteri jerawat.
Dioleskan di Kulit
Oleskan bubuk kunyit yang dicampur air hingga menjadi krim secara topikal pada daerah yang berjerawat 1-2 kali sehari setelah bagian tersebut dibersihkan sebelumnya.
Dalam Makanan
Memperbanyak kunyit sebagai rempah dan bumbu makanan.
Scrub
2-3 sendok teh bubuk kunyit dicampur dengan 1-2 tetes jus lemon, 1-2 tetes minyak mustard/ zaitun/ jojoba hingga menjadi scrub. Oleskan secara merata pada bekas luka jerawat di wajah. Biarkan selama 15 menit lalu dibilas.
Tampilkan postingan dengan label asia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label asia. Tampilkan semua postingan
Jumat, 09 Desember 2011
Minggu, 02 Oktober 2011
Osteoporosis Mengancam Wanita Indonesia
Menurut Siti dr. Annisa, SpRM, Ahli Kesehatan Tulang yang juga Ketua
Yayasan Pengembangan Medik Indonesia, bahwa 70% perempuan Indonesia cenderung
terkena osteoporosis dibanding laki-laki, atau lebih dari 2 kali lipat. Kenapa?
Karena memiliki hormon esterogen yang mengalami penurunan menjelang menopause.
Osteoporosis sendiri adalah penyakit tulang yang mempunyai sifat-sifat khas
berupa massa tulang rendah disertai mikro arsitektur tulang dan penurunan
kualitas jaringan tulang yang berujung kerapuhan tulang, retak sampai patah.
Osteoporosis bukan tidak ada obatnya. Osteoporosis dapat diperbaiki dengan
memberikan nutrisi yang cukup pada tubuh, seperti protein, kalsium dan vitamin
D, hindari alkohol dan rokok serta rajin berolahraga. Sayangnya, asupan kalsium
di 14 negara Asia, termasuk Indonesia sangat rendah, hanya 450mg dari 1.300mg
yang dibutuhkan per hari. Hasil penelitian menunjukkan pada usia 35 tahun, 1
dari 3 orang Asia beresiko menderita Osteoporosis. Sedangkan perempuan
Indonesia berusia antara 25-65 tahun sangat beresiko terkena Osteoporosis
dibandingkan negara Asia lainnya.
Apalagi banyak salah persepsi di kalangan perempuan Indonesia yang takut minum susu
karena dianggap dapat menggemukkan tubuh. Terutama, mereka yang ingin tetap
kurus dan langsing. Padahal tidak ada kaitan langsung antara susu dan
peningkatan berat badan. Apalagi, sekarang sudah tersedia susu bebas lemak dan rendah
kalori.
Label:
asia,
bebas lemak,
esterogen,
indonesia,
osteoporosis,
susu,
wanita
Langganan:
Postingan (Atom)


