Blog Ini Disponsori Oleh:

Tampilkan postingan dengan label ramuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ramuan. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Januari 2012

Tips Aman Memencet Jerawat dan Menghilangkan Bekasnya


Saat berjerawat, kita sering gemas untuk memencetnya. Padahal kita tahu bahwa hal tersebut dapat memicu infeksi maupun bekas luka yang mengganggu penampilan. Lalu, adakah cara aman agar tak terinfeksi ataupun meninggalkan bekas luka? Ada! Dokter Merry mengutip tips-tips dari laman Stumblerz khusus untuk anda semua:
1. Pastikan itu adalah jerawat matang, yang sudah timbul butiran putih di puncaknya;
2. Pastikan jerawat itu tidak sedang infeksi atau meradang parah hingga bernanah;
3. Bersihkan kuku dan jari tangan dengan sabun antiseptik atau alkohol sebelum mulai memencet. Ulangi lagi setiap akan berpindah dari satu jerawat ke jerawat lain;
4. Jika ada, gunakan sarung tangan lateks steril untuk mengurangi kontak langsung jari dengan kulit wajah.

4 langkah di atas bukan berarti aman dan sehat sepenuhnya. Karena, sebisa mungkin jerawat tidak dipencet. Yang terbaik adalah mengobatinya hingga sembuh. Namun, bila terlanjur dipencet dan berbekas, dokter Merry memberikan tips-tips untuk menghilangkannya mengutip dari laman Buzzle, yaitu:
Pasta Bubuk Kayu Cendana
Pasta ini akan bekerja secara ajaib menutup pori-pori kulit bekas jerawat. Oleskan sebelum tidur, gunakan semalaman lalu bilas air dingin saat bangun. Pemakaian rutin akan mendapatkan hasil terbaik.
Ramuan Bubuk Cendana dan Air Mawar
Cara penggunaannya sama dengan pasta bubuk kayu cendana. Tapi jika kulit menjadi kering, coba tambahkan susu dalam ramuan dan gunakan hanya beberapa jam saja, tidak semalaman.
Es Batu Pori-pori kulit pasca jerawatan biasanya membesar. Kencngkan lagi dengan mengusap-usap batu es di tempat itu selama beberapa menit.
Tomat
Gosokkan bagian dalam tomat ke bekas jerawat secara merata. Biarkan selama 15 menit lalu bilas dengan air bersih. Selain mengecilkan pori-pori, tomat juga dapat menghilangkan komedo dan minyak berlebih.

Minggu, 27 November 2011

Meningkatkan Kesuburan dengan Ramuan Tiongkok

Sejak ribuan tahun silam negeri Tiongkok sudah dikenal akan pengobatan medis tradisionalnya yang berbahan dasar herbal. Nah, salah satu khasiatnya yang cukup terkenal adalah meningkatkan kesuburan pasangan yang sulit punya keturunan. Menurut data statistik, pasangan dengan masalah kesuburan yang mengikuti pengobatan tradisional Tiongkok peluang keberhasilan hamilnya empat kali lebih besar. Paling nyata terlihat pada pasangan yang melakukan terapi akupuntur. Sebuah studi terbaru di Australia terhadap 1.851 wanita yang sulit hamil menunjukkan hasil serupa. Dalam studi lain terhadap 616 wanita menunjukkan, 50% berhasil hamil saat melakukan pengobatan tradisional Tiongkok dibandingkan dengan 30% yang melakukan pengobatan modern Barat. 


Secara umum hasil analisis menunjukkan peningkatan keberhasilan kehamilan dua kali lebih tinggi selama 4 bulan pengobatan dibanding menjalani pengobatan modern. Dr.Karin Ried yang melakukan riset ini mengatakan infertilitas dialami 1 dari 6 pasangan dan 20% kasus infertilitas tidak diketahui penyebabnya. Perbedaan keberhasilan tampaknya disebabkan analisis yang cermat dari siklus menstruasi - periode di mana seorang wanita mungkin untuk hamil. Penilaian terpisah terhadap kualitas siklus menstruasi pada diagnosis TCM menjadi dasar keberhasilan perawatan infertilitas perempuan. Karena itu tak tertutup kemungkinan terapi kesuburan mengintegrasikan pengobatan konvensional dengan TCM. Meski begitu menurut Geeta Nargund, direktur medis klinik infertilitas di London pasien hendaknya berhati-hati dalam memilih terapi yang akan dijalani. Yang utama dilakukan adalah metode yang tidak invasif, bila tidak berhasil baru beralih pada obat lain dengna pendekatan invasif. Seharusnya dijelaskan secara detil pendekatan alternatif TCM dalam memonitor yang terjadi pada tubuh seperti sistem hormon dan rahim sehingga bisa dideteksi apa yang membedakan. Herbal Tiongkok bisa menjadi obat yang potensial tetapi sebaliknya memiliki efek samping sehingga pasien harus berhati-hati.

Minggu, 16 September 2007

Memilih Obat Herbal di Pasaran

Selain obat-obatan modern yang dikeluarkan perusahaan farmasi, di pasaran banyak dijual produk obat-obatan herbal sebagai alternatif. Namun tidak semua obat herbal baik untuk dikonsumsi. Sebaiknya, perhatikan beberapa hal di bawah ini sebelum memutuskan untuk mengkonsumsi produk herbal yang dijual di pasaran:
- Pilih obat herbal yang telah lulus dari uji klinis dari Badan POM.
- Hindari penggunaan obat ramuan herbal yang tidak disetujui pemerintah atau ilegal.
- Perhatikan tanggal kadaluarsa saat menggunakan obat herbal.
- Jika terpaksa menggunakan ramuan tradisional sebagai langkah awal pertolongan saat sakit, tetaplah memperhatikan unsur higienitas.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...