Perawatan luka pada penderita diabetes bisa dilakukan dengan dressing, ditutup dengan kain atau pembalut luka yang mengandung antibiotik. 2-3 hari sekali dibuka dan diganti. Penggunaan NaCL justru akan membuat luka yang sudah bernanah semakin menyebar. Karenanya penggunaan NaCL mulai dikurangi. karena merupakan cara lama yang agresif. Saat ini perawatan luka bagi penderita diabetes harus melihat dulu penyakit dasarnya, baru ditentukan terapi yang tepat untuk merawat lukanya.Penanganan dalam level 1 dan 2 umumnya membutuhkan debridemen jaringan lunak dan pengurangan tekanan pada semua area ulkus atau luka. Luka yang sudah busuk dikeluarkan. Kalau harus beraktivitas, disarankan menggunakan alas kaki yang halus dan lembut agar daerah luka tidak menjadi tumpuan berat. Untuk level 3, luka biasanya sudah terinfeksi sehingga dibutuhkan drainase atau pembuatan lubang untuk mengeluarkan nanahnya. Jika haruss diamputasi, diusahakan mengambil bagiannya seminimal mungkin. Amputasi diputuskan jika setelah dilakukan pemeriksaan didapat luka serius atau infeksi yang tidak dapat ditolong lagi.
Sebelum mengamputasi, kondisi kesehatan pasien harus diperhatikan. Jika gula darah sudah terkontrol dan infeksi sudah mulai hilang, baru amputasi bisa dilakukan. Tidak boleh agresif! Penilaian yang tepat terhadap kondisi luka pasien dapat meminimalisir resiko amputasi.
